Memilih Lipstik Yang Tepat untuk Bibir Anda

Memilih lipstik yang Anda gunakan sangat penting. Lipstik yang Anda pakai membuat banyak perbedaan mengenai cara Anda dilihat dan menggambarkan diri Anda terhadap orang-orang di sekitar Anda. Sebuah lipstik yang tepat dapat memberikan tampilan yang tepat dan sesuai dengan acara yang Anda hadiri. Jangan pernah mencoba lipstik yang semata-mata terlihat baik pada orang lain, belum tentu cocok pada Anda. Banyak orang membuat pilihan yang salah, yang akhirnya hanya menjadi pemborosan dan buang uang saja.

Sekarang tren telah berubah lipstik tidak hanya dilihat dari bibir dan wajah Anda, tapi juga untuk tujuan agar bibir Anda terlihat lebih baik dan lebih segar. Jika Anda menderita bibir kering, ingatlah untuk menggunakan lipstik dengan pelembab. Lipstik jenis ini memiliki semua bahan yang diperlukan yang dapat membuat bibir Anda lembut dan indah. Mereka mengandung bahan-bahan seperti aloe, gliserin dan Vitamin E.

Lipstik jenis lain yang sering digunakan adalah jenis yang membuat bibir Anda kelihatan bersinar dan basah. Lipstik yang banyak mengandung minyak juga sangat baik karena menyediakan makanan untuk bibir Anda dan membuat bibir Anda lentur.
Cream lipstik juga banyak tersedia dalam bentuk rol dan memiliki banyak varietas warna yang dapat melindungi bibir Anda. Tapi jangan pernah membiarkan bibir Anda dalam keadaan kering. Pemakaian lip gloss bisa menjadi pertimbangan, yang dapat memberikan tampilan yang menawan pada bibir Anda. Dan selalu cari produk-produk yang mengandung bahan yang berguna untuk perawatan bibir Anda.

Yang lainnya adalah lipstik yang mengandung bahan transfer-resistant yang sangat populer untuk wanita yang terburu-buru dan harus terlihat rapi sepanjang waktu. Hal ini membantu dalam menjaga agar bibir Anda terlihat segar sepanjang hari tanpa perlu menggunakannya berulang-ulang. Di negara tropis, bisa bertahan selama 4 sampai 6 jam dan terkadang lebih dari itu. Pastikan Anda membeli lipstik yang benar-benar baik dan sehat untuk bibir Anda dan tidak hanya sekedar terlihat baik dari penampilan. Apa gunanya bibir Anda dikagumi orang lain tetapi Anda sendiri justru merasa tidak nyaman atau kesakitan.

18.35 | Posted in , , | Read More »

Awas, Hidup "Terlalu Steril" Memicu Alergi

alergi
Jika Anda termasuk orang punya prisip 'sangat rewel' dengan urusan kebersihan sebaiknya berpikir ulang. Sebuah riset mengindikasikan, penerapan kebersihan yang terlalu berlebihan di kehidupan modern telah memicu peningkatan yang tajam pada kasus alergi.

Beragam penyakit yang berkaitan dengan alergi seperti demam akibat alergi (hay fever), eczema, hives (urticaria) dan asma dilaporkan mengalami kenaikan di negara-negara maju.

Prof Guy Delespesse, seorang profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Montréal, melakukan kajian yang menghubungkan antara tren peningkatan kasus penyakit-penyakit tersebut dengan lingkungan steril yang diciptakan oleh gaya hidup yang serba bersih saat ini.

Alergi merupakan penyakit yang dapat disebabkan oleh beragam faktor seperti riwayat keluarga, polusi udara, makanan yang diproses, stres dan merokok. Namun Prof Delespesse bilang minimnya bakteri di dunia tempat kita hidup mungkin bisa jadi merupakan faktor paling penting.

"Ada hubungan yang terbalik antara tingkat hygiene dengan kasus penyakit alergi dan autoimun," kata Prof Delespesse, yang juga memimpin laboratorium riset tentang alergi di Universitas Montréal.

"Semakin steril lingkungan tempat anak kita tinggal, semakin tinggi risiko anak-anak mengidap alergi atau masalah kekebalan tubuh dalam hidupnya," terang Prof Delespesse.

Ia menyodorkan sebuah fakta menarik. Pada 1980, 10 persen populasi penduduk Barat mengidap alergi, tetapi sekarang ini angkanya naik menjadi 30 persen. Pada 2010, satu dari 10 anak disebut asmatik dan rata-rata angka kematian yang dihasilkan dari penderitaan ini meningkat 28 persen antara 1980 dan 1994.

"Ini pun bukan hanya prevalensinya, tetapi juga tingkat kegawatan dari kasus. Wilayah yang kondisi sanitasinya tetap stabil juga memiliki tingkat kasus alergi dan penyakit peradangan yang tetap konstan. Alergi dan penyakit autoimun seperti diabetes tipe 1 dan multiple sclerosis adalah hasil dari upaya sistem kekebalan yang balik menyerang kita," papar Prof Delespesse.

"Bakteri dalam sistem pencernaan sangat penting artinya bagi kita dan juga berperan untuk melatih sistem kekebalan tubuh kita. Mereka mengajarkan bagaimana tubuh bereaksi terhadap benda asing. Inilah sebuah kunci dalam perkembangan kekebalan tubuh anak-anak," ujarnya.

Meskipun kebersihan dapat mencegah dan menghindarkan seseorang terhadap bakteri berbahaya, tetapi juga sekaligus membatasi kita dari paparan terhadap mikroorganisme yang menguntungkan. Alhasil, flora bakteri dalam sistem pencernaan kita tidak lagi "kaya" dan beragam sebagaimana mestinya.

Prof Delespesse menyarankan, konsumsi probiotik - atau makanan-makanan seperti yogurt yang mengandung campuran organisme baik - dapat membantu mengatasi masalah ini dengan cara memperkenalkan bakteri kepada usus.

"Mengonsumsi probiotik selama kehamilan dapat membantu mengurangi alergi pada anak-anak. Ini bukanlah ramun ajaib, tetapi salah satu dari banyak elemen yang dapat memperbaiki diet dan kesehatan kita," tandas Prof Delespesse.

sumber: http://kesehatan.kompas.com

19.36 | Posted in , , | Read More »

Manfaat Tempe/Kedelai Bagi Kesehatan Payudara


BUKTI ilmiah bahwa kedelai bermanfaat bagi pencegahan penyakit kanker tampaknya terus berkembang. Kacang yang kaya akan kandungan protein ini diyakini memilik potensi besar melawan pertumbuhan kanker payudara, terutama jika dikonsumsinya sejak masa pubertas.

Para peneliti dari Georgetown Medical Center dalam laporan riset yang dimuat British Journal of Cancer menekankan bahwa para wanita ABG sebaiknya rajin mengonsumsi makanan terbuat dari kedelai jika ingin terhindar dari risiko kanker payudara. Dalam kedelai, menurut peneliti terkandung sejenis zat kimia penting bernama genistein yang diklaim efektif melawan kanker.


Walau begitu, tantangan besar masih dihadapi para peneliti dalam pemanfaatan zat genistein dalam kedelai ini. Mereka harus memastikan bagaimana kedelai ini dapat digunakan dengan tepat untuk menyediakan perlindungan bagi para wanita remaja dari penyakit yang ganas ini.

"Penentuan waktu tampaknya penting dalam penggunaan makanan bioaktif ini dan jika kita bisa mengungkapkan mengapa zat ini dapat melindungi, maka kita bisa menyediakan pencegahan kanker payudara dalam cakupan yang lebih luas" ungkap peneliti Leena Hilaviki-Clarke PhD, profesor onkologi dari Lombardi Comprehensive Cancer Center di Georgetown.

Walaupun ada berbagai teori sementara yang menjelaskan hubungan kedelai dengan pencegahan kanker. "Namun saat ini belum ada penjelasan yang meyakinkan tentang mengapa efek penurunan risiko kanker ini lebih kuat selama masa kanak-kanak dan awal pubertas," tambahnya.

Sejauh ini, baru ada tiga riset yang meneliti manfaat kedelai pada masa pubertas serta pengaruhnya pada perkembangan kanker payudara tahap lanjut. Dua di antara penelitian ini difokuskan pada wanita Asia yang mengonsumsi kedelai dalam menu kesehariannya.

Riset-riset ini mengindikasikan bahwa kedelai menawarkan efek perlindungan yang sangat kuat - yakni sekitar 50 persen penurunan risiko kanker payudara - ketika dikonsumsi selama masa kanak-kanak dan awal remaja.

Menurut Hilakivi-clarke, bukti terkuat justru terungkap lewat berbagai riset pada tikus. Dari riset binatang ini, data mengenai paparan genistein pada masa pra pubertas sangat konsisten dalam menunjukkan penurunan risko kanker. Paparan genistein dalam perkembangan janin atau pun pada masa dewasa justru tidak menunjukkan dampak proteksi yang sama.

Pengujian lebih jauh pada tikus menunjukkan bahwa penggunaan genistein pada masa pubertas dapat menekan kadar TEB (terminal end buds) atau struktur yang menyebabkan pertumbuhan jaringan epitel mamari, dimana sel-selnya melapisi saluran susu, dan di dalam sel-sel epitelial inilah kanker payudara berkembang.

23.22 | Posted in , , , | Read More »

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Komentar Terbaru

Posting Terbaru